NEURO LINGUISTIC PROGRAMMING UBAH PIKIRAN ANDA?

Salam Motiva Center,

NLP atau Neuro-Linguistic Programming adalah teknologi yang mempelajari struktur internal seseorang dan bagaimana struktur tersebut bisa didesain untuk tujuan yang bermanfaat bagi orang tersebut. Dalam NLP, setiap perilaku mempunyai struktur internal yang mendukungnya.

Seperti ungkapan Dr. Richard Bandler (co-creator NLP), mendesain struktur internal seseorang, layaknya mendesain sebuah ruangan. Kita bisa memilih apa yang ingin kita letakkan di situ, kita bisa merubah letak, visual, suara, pengalaman, bau, rasa, di ruangan tersebut. Menggunakan representasi kelima indera kita, struktur internal seseorang dibangun.

Oleh sebab itu, sebuah proses perubahan di NLP adalah proses mendesain atau mendesain kembali struktur internal seseorang, sesuai yang diinginkan. Di NLP, hal ini disebut sebagai modeling. Yang mana artinya adalah seseorang dengan model internal yang tidak bermanfaat atau tidak sesuai keinginannya memodel atau mencontoh model internal yang sesuai yang diinginkannya.

NLP sering disebut sebagai teknologi yang mempelajari operasional dunia secara subyektif, karena dunia internal seseoranglah yang kemudian mempengaruhi pengalamannya di dunia eksternal. Jadi prinsip sederhananya adalah bagaimana mendesain secara subyektif dunia internal seseorang, untuk mendapatkan hasil yang diinginkan di dunia eksternal.

Neuro sederhananya adalah cara berpikir. Cara mengambil informasi dari dunia luar, cara memfilternya, cara memproses informasi, cara memproduksi tindakan, dan lain-lain. Dalam ‘neuro’ terdapat berbagai hal yang menjadi referensi kita berpikir dan bertindak, yang disebut Peta Realita dan Model Dunia.  Keduanya berdasarkan apa yang pernah kita pelajari dan ketahui sepanjang hidup, karena itu bersifat subyektif.  Dengan merubah cara berpikir atau cara kita memproses informasi, memperluas peta realita, memperkaya model dunia, kita pun merubah perilaku dan merubah hasil kita.

Linguistic adalah bahasa.  Cara memproses bahasa yang kita inderakan, dan bahasa yang kita pakai baik secara internal (inner talk) atau eksternal (berbicara).  Bahasa mempengaruhi pikiran, dan bahasa dipengaruhi cara berpikir.  Merubah cara kita memproses bahasa dan berbahasa, kita pun merubah tindakan kita, dan merubah pula hasil kita.

Programming adalah berbagai program atau strategi kita dalam berpikir dan berperilaku.  Ini adalah tahapan-tahapan kita dalam berpikir dan bertindak.  Ada strategi yang efektif ada yang tidak. Perubahan hasil sangat tergantung dari program atau strategi kita. Rubah strategi, rubah hasil.

NLP singkatnya adalah teknologi berpikir, berbahasa, berstrategi, bertindak, untuk mencapai hasil yang kita inginkan.  Dalam NLP terdapat berbagai konsep, teknik, dan tools untuk itu.

NLP 1

Berbagai Prinsip dan Teknik NLP

MODELING

NLP adalah teknologi modeling. Dimana apabila seseorang bisa melakukan sesuatu, dan kita bisa mencacah strategi mentalnya, kita bisa mengikuti strategi yang sama untuk mencapai hasil yang sama di konteks kita.

NLP dipenuhi oleh berbagai prinsip dan teknik sukses, yang dimodel dari berbagai orang-orang sukses dari berbagai bidang atau konteks. Semuanya diformulasikan dalam presuposisi NLP dan teknik-teknik NLP. Mempelajari NLP juga berarti kita mempelajari cara memodel sukses yang kita inginkan atau mempermudah kita untuk mendapatkan model sukses yang kita inginkan.

RAPPORT

Rapport adalah salah satu prinsip dan teknik komunikasi dan membangun hubungan yang paling populer di dunia. Dan Rapport menyangkut hubungan dengan diri sendiri maupun orang lain.

Rapport dibangun dengan prinsip pacing-leading dan matching-mirroring. Prinsip pacing berarti menyamakan atau menyesuaikan. Pemahaman praktisnya adalah ‘menyamakan frekuensi’. Dengan penyamaan ini, tahap berikutnya, yakni ‘leading’ bisa dilakukan.

Tahap pacing bisa dilakukan dengan prinsip matching-mirroring. Prinsip ini dijalankan dengan melakukan berbagai penyesuaian dalam posisi tubuh, gerak-gerik, verbal, mimik, dll.

ANCHOR

Perilaku manusia mengikui pola stimulus-respon, dimana perilaku manusia dipicu oleh stimulan tertentu. Di NLP ini dipelajari melalui struktur internal, yakni apa yang mengawali sebuah perilaku, misalnya apa yang dilihat, didengar, dialami, dll.

Pemicu yang telah terbentuk untuk sebuah perilaku secara berulang atau yang menjadi habit (entah dianggap baik atau buruk – dalam bahasa NLP: bermanfaat atau tidak), disebut sebagai Anchor. Misalnya secara habit, dengan melihat sesuatu seseorang menjadi takut. Atau dengan mendengar sesuatu, seseorang menjadi percaya diri.

Anchor tercipta bisa secara tidak disadari, bisa juga dikreasikan secara sengaja. Anchor dikenali, dievaluasi, diruntuhkan, atau diciptakan, menggunakan kelima indera, sebagai komponen internal strukturnya.

NLP 4

SISTEM REPRESENTASIONAL

Manusia menangkap informasi dari dunia eksternal melalui kelima indera – visual (penglihatan), auditory (pendengaran), kinesthetic (perasa), olfactory (penciuman) dan gustatory (pengecap). Dan untuk bisa menimbulkan pemahaman terhadap dunia luar tersebut, seseorang perlu mempunyai representasi dunia luar tersebut di dalam pikirannya. Ia entah harus punya sebuah bentuk visual yang bisa dipahami atau bisa disimpulkan sebagai apa, bentuk kata-kata yang punya makna tertentu, dll.

Bagaimana pikiran kita membuat perwakilan dunia luar ini disebut Sistem Representasional. Perwakilan di dalam dunia internal manusia ini juga menggunakan kelima indera. Jadi ada seseorang yang dilihat di dunia luar, lalu ada bentuk orang tersebut di dunia internal. Atau ada seseorang di dunia luar, lalu ada persepsi mengenai orang tersebut di pikiran kita.

Berbagai perilaku dan perasaan manusia terhadap sesuatu atau seseorang, dipengaruhi bagaimana kita merepresentasikan sesuatu atau seseorang di pikiran kita. Berarti, apabila kita merubah representasi kita terhadap sesuatu atau seseorang, sikap kita pun berubah.

SUBMODALITY

Setiap representasi mempunyai detil dan spesifik yang bisa dikenali dan dikelola. Visual misalnya mempunyai bentuk, warna, jarak, ketajaman gambar, dimensi (2D atau 3D), ukuran (besar/kecil), dll. Atau suara misalnya mempunyai tempo (cepat/lambat), jarak (jauh/dekat), stereo/mono, dll. Perasaan misalnya punya letak, panas/dingin, keras/lembut, dll.

Spesifik atau detil dari representasi tersebut disebut sebagai Submodality. Di NLP, dipelajari bagaimana merubah submodality sebuah pengalaman. Misalnya rasa takut, mempunyai visual yang bisa dievaluasi bentuknya, ukurannya, warna, kejelasan gambar, dll. Dan untuk mempengaruhi rasa takut, submodality-nya bisa diubah. Misalnya ketajaman gambarnya dikurangi, ukurannya diperkecil, jarak dijauhkan, dll.

STRATEGI

Perilaku manusia, dihasilkan oleh struktur berupa tahapan atau sekuens beberapa representasi. Struktur ini disebut sebagai strategi.

Urutan-urutan representasi dalam pikiran manusia, untuk menghasilkan sebuah perilaku tertentu, bisa dievaluasi, menggunakan sistem representasi. Misalnya, seseorang yang berani mengutarakan pendapatnya, memulai dengan membayangkan (visual) sesuatu dengan kualitas gambar yang sangat tajam dan terang, lalu ia berkata-kata (auditory) di dalam kepalanya “Saya pasti bisa”, lalu ia memegang dadanya (kinesthetic), dan perasaan beraninya timbul.

NLP adalah mengenai bagaimana mendapatkan berbagai model internal yang bermanfaat, dan menginstallnya ke orang yang membutuhkan dan menginginkannya.

PRESUPPOSITIONS OF NLP

Sepertihalnya berbagai ilmu dan teknologi, NLP pun punya dasar atau landasan berpikir dan bertindak. Dasar atau landasan ini disebut Presuppositions of NLP.

Presuppositions digali, didapatkan dan dirumuskan berdasarkan model-model bermanfaat di berbagai konteks. Presuppositions ini tidak perlu dipertanyakan kebenarannya, hanya diadaptasi dan dihidupi, dan dilihat, dirasakan manfaatnya secara subyektif.

Presuppositions ini juga yang menjadi landasan berbagai prinsip, teknik, metode di NLP.

TEKNIK-TEKNIK NLP

Di NLP terdapat banyak sekali teknik dan metode perubahan yang bermanfaat. Bahkan berbagai teknik baru hasil modifikasi teknik lama terus diciptakan setiap tahun oleh para pengembang maupun peminat NLP.

Di antara berbagai teknik tersebut, yang populer antara lain.

  • Fast Phobia Cure
  • Swish Pattern
  • Changing Belief
  • Changing Personal History
  • Meta Model
  • Meta Program
  • Reframing
  • Six Steps Reframing
  • New Behavior Generator
  • Parts Negotiation
  • Timeline
  • Disney Strategy
  • Perceptual Positions
  • Neurological Level
  • Dan masih banyak lagi

Sejarah Singkat NLP

NLP dikreasikan bersama oleh Dr.Richard Bandler dan Prof. John Grinder di tahun 1972.  Saat itu, keduanya memodel dan memetakan struktur berpikir dan perilaku para praktisi perubahan perilaku yang sukses, di antaranya Milton Erickson, sang Bapak Hipnosis Modern, Virginia Satir, terapis handal, dan Fritz Perls, praktisi Gestalt.

Keduanya kemudian lebih lanjut memodel tokoh-tokoh sukses di berbagai bidang, untuk mendapatkan model-model struktur internal yang paling bermanfaat untuk bisa dimodel siapapun.  Semua kualitas cemerlang ini dipetakan ke dalam sebuah konsep yang kemudian dinamakan dengan NLP.

Sejak era 1970-an ini NLP telah dikembangkan dan dimodifikasi oleh berbagai praktisinya, dan aplikasinya meluas di berbagai bidang kehidupan. Dunia kemudian mengenal tokoh NLP seperti Robert Dilts, Steve dan Conirae Andreas, Tad James, dan lain-lain.

Bandler kemudian mengembangkan Design Human Enginerring(DHE), Neuro-Hypnotic Repaterning, sedangkan Grinder mengembangkan New Code.

Manfaat NLP

NLP telah lulus uji waktu selama kurang lebih 3 dekade, dan saat ini tetap menjadi sebuah teknologi unggulan yang dipergunakan dalam berbagai bidang – bisnis, kepemimpinan, manajemen, komunikasi, pemasaran, penjualan, pengembangan diri individu, olahraga, konseling, terapi, dan lain-lain.  Berikut ini hanya beberapa dari manfaatnya.

  1. Hidup lebih bahagia, lebih menikmati hidup, dan berorientasi tujuan yang jelas
  2. Mampu mengelola diri dengan lebih baik, termasuk lebih cerdas secara emosional
  3. Meningkatkan kinerja di profesi apapun (bisnis, olahraga, entertainment, dll)
  4. Mempunyai kemampuan komunikasi, membangun hubungan, dan daya pengaruh lebih tinggi, termasuk dalam konteks pribadi, hubungan pria-wanita, pekerjaan, tim, penjualan, negosiasi, dan lain-lain
  5. Mampu mengatasi tantangan emosional dengan lebih cepat dan mudah – seperti trauma, fobia, kegagalan, kesedihan, kemarahan, kekecewaan, dan lain-lain
  6. Mempunyai tingkat kreatifitas yang meningkat
  7. Mempunyai kehidupan seksual dan hubungan antar pasangan lebih baik
  8. Mampu memimpin dan mengelola orang lain dengan lebih baik dan efektif
  9. Mampu menyelesaikan masalah dan membuat keputusan lebih cepat dan efektif
  10. Mampu membantu/mengarahkan orang lain dalam konteks training/pelatihan, coaching, konseling, terapi, belajar-mengajar, dengan lebih cepat, tepat, dan efektif
  11. Dan masih banyak lagi!

Tertarik Belajar, Hubungi Kami Via SMS: 08813250958 atau Pin BB: 332145FF

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *